Islamic Banking: Dari zaman Rasul hingga dunia modern

  1. PRAKTIK PERBANKAN DI ZAMAN NABI DAN SAHABAT

Perbankan adalah suatu lembaga yang melaksanakan tiga fungsi utama yaitu menerima simapanan uang, meminjamkan uang, dan memberikan jasa pengiriman uang. Di dalam sejarah perekonomian kaum muslimin, pembiayaan yang dilakukan dengan akad yang sesuai syariah telah menjadi bagian dari tradisi umat Islam sejak zaman Rasulullah. Praktik-praktik seperti menerimana titipan harta, meminjamkan uang untuk keperluan konsumsi, dan untuk keperluan bisnis, serta melakukan pengiriman uang telah lazim dilakukan sejak zaman Rasulullah. Dengan demikian, fungsi-fungsi utama perbankan modern yaitu menerima deposit, menyalurkan dana,dan melakukan transfer dana telah menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari kehidupan umat Islam, bahkan sejak zaman Rasulullah.

Baca lebih lanjut

Iklan

Alasan mengapa “bunga” di bank syariah lebih besar

“Bank syariah itu tidak syariah!”. Begitu tulis seseorang di suatu halaman web. Saya bertanya, mengapa? “Karena ‘bunganya’ lebih besar dari bank konvensional!”

Bank adalah lembaga mediator antara orang yang memiliki kelebihan dana dengan orang yang membutuhkan. Bentuk penyaluran uang kepada nasabah ini ada berbagai jenis. Salah satunya adalah pembiayaan.

Baik bank konvensional dan bank syariah melakukan aktivitas pembiayaan. Jika di bank konvesional disebut kredit maka di bank syariah biasa disebut murobahah.

Perbedaan mendasar antara kredit dan murobahah terletak pada akad. Pada bank konvensional, pemberian kredit berarti nasabah diberikan uang. Lalu masyarakat diberi kebebasan untuk menggunakan uang tersebut guna membeli sesuatu. Bank tidak berhak tahu atas penggunaan uang nasabah. Bagi bank yang terpenting adalah nasabah harus membayar kredit tersebut. Pokok pinjaman disertai bunga yang ditetapkan oleh bank.

Baca lebih lanjut

Mengurai Problematika Gas Indonesia

Oleh: M Syarif Hidayatullah*

Kondisi sektor gas Indonesia bak sebuah anomali. Selama berpuluh-puluh tahun Indonesia membanggakan diri sebagai salah satu eksportir gas alam terbesar di dunia. Sebagai pemegang 11%share ekspor gas dunia, Indonesia menduduki peringkat no.2 negara terbesar dalam ekspor gas (BP, 2011). Walaupun share ekspor Indonesia tinggi, produksi dan cadangan gas bumi Indonesia relatif kecil. Share produksi gas Indonesia hanya sebesar 1,6% dan cadangan gas Indonesia hanya 2,6% dari cadangan gas dunia.

Hal tersebut merupakan anomali, karena negara yang produksi gasnya “kecil” seperti Indonesia mengekspor gas begitu besar, justru negara seperti Russia yang memegang 23,9% produksi gas dunia hanya memegang 7% share ekspor gas dunia.

Baca lebih lanjut