Filsafat Ilmu (Review)

FI

sumber

Ilmu dimulai dari rasa ingin tahu. Kepastian dimulai dengan rasa ragu-ragu. Dan filsafat dimulai dari keduanya. Berfislasafat didorong untuk mengetahui apa yang telah kita tahu dan apa yang kita belum tahu. Berfilsafat berarti berendah hati bahwa tidak semuanya akan pernah kita ketahui dalam kesemestaan yang seakan tak terbatas ini. Demikian juga berfilsafat berarti mengoreksi diri, semacam keberanian untuk berterus terang, seberapa jauh sebenarnya kebenaran yang dicarai telah kita jangkau.

Ilmu merupakan pengetahuan yang kita gumuli sejak bangku sekolah dasar sampai pendidikan lanjutan dan perguruan tinggi. Berfilsafat tentang ilmu berarti kita berterus terang kepada diri kita sendiri: Apakah sebenarnya yang saya ketahui tentang ilmu? Apakah ciri-cirinya yang hakiki yang membedakan ilmu dari pengetahuan-pengetahuan lainnya yang bukan ilmu ? bagaimana saya ketahui bahwa ilmu merupakan pengetahuan yang benar? Kriteria apa yang kita pakai dalam menentukan kebenaran secara ilmiah? Mengapa kita mesti mempelajari ilmu? Apakah kegunaan ilmu yang sebenarnya?

Baca lebih lanjut

Iklan

99 Cahaya di Langit Eropa (Review)

cover-99for-web1

sumber

Apa yang Anda bayangkan jika mendengar “Eropa”? Eiffel? Colloseum? San Siro? Atau Tembok Berlin?

Bagi Hanum, Eropa adalah sejuta misteri tentang peradaban yang sangat luhur, perdaban keyakinannya, Islam.

Novel “99 Cahaya di Langit Eropa” ini bercerita tentang perjalanan sebuah “pencarian”. Pencarian 99 cahaya kesempurnaan yang pernah dipancarkan Islam di benua ini.

Dalam perjalanan tersebut, Hanum, sang penulis sekaligus tokoh utama dalam novel tersebut, bertemu orang-orang yang mengajarinya apa itu Islam rahmatan lil ‘alamain.

Buku ini ingin mengingatkan kepada pembaca bahwa dulu Islam sangat berkembang selama 12 abad. Kejayaan Islam bahkan hingga ke Eropa. Selama lebih dari seribu tahun itu, dunia dibuat takjub dengan ilmu pengetahuan dan peradaban yang sangat maju di negri-negri Islam. Sayang, mulai abad XIX kekhalifahan Islam mulai runtuh. Hingga akhirnya di tahun 1924 kekhalifanan Ottoman resmi membubarkan diri.

Walaupun sekarang Eropa bukanlah negara Islam, tapi sisa-sisa peradaban Islam masih banyak yang terjaga. Mulai dari Mezquita di Cordoba, Hagia Sophia di Turki, Kopi Capucino di Italia, Bunga Tulip di Belanda, hingga Axe Historique di Paris.  Jejak-jejak peradaban itulah yang coba dikumpulkan oleh penulis melalui perjalanannya bersama Rangga sang suami.

Selain itu, sang penulis ingin menyampaikan bahwa kehidupan di luar negeri dan interaksi dengan realitas sekulerisme jangan sampai membuat kita menjadi terbawa arus westernisasi. Bahkan dalam novel ini diceritakan bagaimana seorang Muslim mampu bertutur dan berpikir ‘out of the box’ tanpa mengurangi esensi Islam sebagai rahmatan lil ‘alamain.

Selamat membaca!

Novel Sirah?

Novel-Muhammad-LPH

sumber

Para sahabat radhiyallahu’anhum ‘protes’. Sebuah protes yang manusiawi sebenarnya. Pasalanmya, Al-Quran secara teratur menurunkan ayat-ayat tentang syariat. Merasa terlalu berat bahasan tentang syariat, mereka memohon agar ada tema lain yang lebih ringan memenuhi kalbu. Maka, ayat-ayat tentang kisah berangsur-angsur mulai muncul. Dimulai kisah tentang Dzulqarnain.

Pengajaran melalui kisah memang memiliki keunikan tersendiri. Cerita yang mengalir, alur yang tidak monoton, dan selalu ada hikmah di akhir paragraf. Bagi pembaca, membaca kisah-kisah akan membawa ke sebuah imajinasi pembaca masing-masing. Yang pada gilirannya melatih kecerdasan otak. Selain itu, cerita melalui kisah akan membawa kosa kata yang beragam. Sehingga, perbendaharaan diksi semakin banyak.

Baca lebih lanjut