Novel Sirah?

Novel-Muhammad-LPH

sumber

Para sahabat radhiyallahu’anhum ‘protes’. Sebuah protes yang manusiawi sebenarnya. Pasalanmya, Al-Quran secara teratur menurunkan ayat-ayat tentang syariat. Merasa terlalu berat bahasan tentang syariat, mereka memohon agar ada tema lain yang lebih ringan memenuhi kalbu. Maka, ayat-ayat tentang kisah berangsur-angsur mulai muncul. Dimulai kisah tentang Dzulqarnain.

Pengajaran melalui kisah memang memiliki keunikan tersendiri. Cerita yang mengalir, alur yang tidak monoton, dan selalu ada hikmah di akhir paragraf. Bagi pembaca, membaca kisah-kisah akan membawa ke sebuah imajinasi pembaca masing-masing. Yang pada gilirannya melatih kecerdasan otak. Selain itu, cerita melalui kisah akan membawa kosa kata yang beragam. Sehingga, perbendaharaan diksi semakin banyak.

Di antara buku yang menceritakan tentang kisah-kisah, yang paling saya suka adalah buku tentang Sirah Nabawiyah. Banyak buku Sirah Nabawiyah yang sudah ditulis. Sayangnya, baru dua buku yang pernah saya khatamkan.

Buku Ar-Rahiq Al-Makhtum merupakan Sirah Nabawiyah pertama yang saya baca. Buku Best Seller ini saya baca ketika SMA. Kelebihan buku karangan Syaikh Syaiful Ar-Rahman Al-Mubarakfury adalah pengungkapannya yang indah dan riwayat ceritanya juga shohih. Sehingga memiliki bobot ilmiah yang tinggi. Maka tak salah jika Rabithah al-‘Alam al-Islamy memilih buku ini sebagai juara pertama penulisan Sirah Nabawiyah.

Buku karangan Dr. Muhammad Said Ramadhan Al Buthi adalah yang kedua. Dibuku ini cerita kisahnya sedikit. Lebih banyak penjelasan hukum dan hikmah yang bisa dipetik dari setiap jejak inti kehidupan Nabi. Maka, banyak yang bilang buku karangan Al Buthi bukan sekadar Sirah, melainkan Fiqh Sirah. Sama seperti Manhaj Haraki karya Syaikh Munir Muhammad al-Ghadban.

Novel Sirah

Selain fiqh sirah, belakangan pengemasan kisah sirah nabawiyah makin menarik. Dibentuk dalam sebuah novel. Novel biografi. Muhammad: Lelaki Penggenggam Hujan. Novel sirah Nabawiyah. Untuk istilah yang terakhir, saya buat sendiri.

Karena buku “Muhammad: Lelaki Penggenggam Hujan” ber-genre novel dan berbau sirah tanpa banyak pertimbangan buku tersebut saya bawa ketika prajab kemarin. Walaupun tidak bisa saya rampungkan ketika prajab, lumayan buku ini bisa untuk menambah khazanah keislaman dan bentuk refreshing dari modul-modul diklat.

Buku ini sebenarnya bukanlah barang baru. Pertama kali terbit tahun 2010. Saya masih ingat ketika dulu pergi ke Islamic Book Fair (IBF) 3 tahun yang lalu. Saat itu saya tidak terlalu tertarik. Selain karena memang budget yang terbatas, saya mengira buku tersebut tidak bicara tentang sirah nabawiyah. Mengapa? Sebab, awal pembahasan buku ini bukan tentang Rasulullah, melainkan Kashva, sang Pemindai Surga. Saya hanya membaca secara sekilas serta tidak banyak bertanya mengenai buku ini. Akhirnya saya kecele. Tapi untunglah, hari ini saya telah selesai membacanya. Alhamdulillah!

Buku ini bercerita tentang dua kisah. Pertama adalah tentang kisah Nabi Muhammad Shalallahu’alayhi Wa Sallam. Kedua tentang Kashva, seorang pemuda cerdas yang pergi dari Persia untuk mencari sosok yang dijanjikan: Penggenggam Hujan Sejati.

Tentang sirah, memang inti ceritanya tak ada yang baru. Mungkin karena saya telah membaca dua buku sirah sebelum membaca buku ini. Namun demikian, dengan narasi yang baik, saya kembali mengingat-ingat apa yang dulu pernah saya baca. Bahkan, ketika membaca buku ini, lebih terasa kondisi di setiap kejadian apa yang terjadi di tengah para sahabat dulu.

Mas Tasaro GK, sang penulis, seakan membawa tur spiritual ke abad VII. Apalagi dengan alur yang maju-mundur. Juga dicampur dengan kisah Kashva yang tak kalah menarik.

Tentang Kashva, awalnya saya kira ini merupakan kisah nyata. Terlebih, pada potongan kisah Salman saat perang Khandaq, disinggung sedikit hubungan antara Salman dan Mashya, Kakaknya. Tapi sayangnya, kisah perjalanan Kashva untuk memenuhi hasratnya menemui sang Astvat-ereta hanya penguat cerita saja.

Buku “Muhammad: Lelaki Penggenggam Hujan” sangat bagus untuk menambah koleksi perpustakaan Anda. Tidak mesti beli. Bisa pinjam saja seperti saya. Akhir kata, Selamat membaca!

6 thoughts on “Novel Sirah?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s