Faraziyya

Image

Ketahuilah bahwa pikiranmu tidak mungkin mencakup semua hal. Karena itu gunakan ia untuk hal-hal yang penting. Bahwa hartamu tidak bisa membuat kaya semua orang, karena khususkanlah ia hanya diberikan untuk pengikut kebenaran. Bahwa malam dan siangmu tidak dapat memenuhi semua kebutuhanmu meskipun engkau bekerja keras sepanjang waktu, alokasikanlah dengan baik antara pekerjaanmu dan istirahatmu.  Karena sesungguhnya apa yang menyibukkan pikiranmu dari hal-hal tidak penting, adalah sebuah celaan terhadap  hal yang penting. Apa yang kau habiskan dari hartamu untuk kebatilan akan membuatmu merasa kehilangan ketika engkau ingin menghabiskannya untuk kebenaran. Dan kesibukanmu di sepanjang malam dan siang di luar kebutuhan, akan menghinakanmu pada saat kau butuh.”

– Abbas ibn Hasan Al Alawi-

Lihat pos aslinya

Iklan

Panic Strategy

Tugas-tugas kian menumpuk. Sedangkan waktu terbatas, tak dapat ditambah. Deadline kian menjemput. Di saat seperti ini biasanya yang  muncul adalah tindakan-tindakan negatif: pikiran terbebani, hati jadi sumpek, dan ide kreatif pun mampet.

Maka, exit strategy yang muncul bukanlah the great idea melainkan panic strategy. Yang penting selesai. Entah benar  atau salah. Entah mau baik atau buruk. Entah indah atau jelek. Satu persatu deadline mesti kelar. Biar pundak ini semakin ringan. Makin enjoy lah kaki melangkah.

Yang lucu, jika para atasan ternyata melakukan panic strategy. Maka, untuk pekerjaan yang mesti cepat diselesaikan maka atasan akan menyuruh bawahan untuk menyelesaikannya. Anehnya, pekerjaan itu tidak dilimpahkan oleh satu orang. Biasanya –minimal– dua orang. Jadi, satu pekerjaan, dua problem solver.

Apakah semua hasil pekerjaan akan diterima? Iya. Namun, yang pertama menyelesaikan pekerjaan itulah yang benar-benar diterima. Sedangkan yang kedua dan seterusnya hanya jadi pajangan saja: tetap diterima tetapi tanpa pemberitahuan bahwa sudah ada orang lain yang mengerjakan.

Belakangan, terbongkarlah panic strategy yang aneh ini. Sekarang, jika ada pekerjaan dari atasan, mereka setuju tidak akan langsung mengerjakan. Jadilah para bawahan akan bertanya dulu kepada rekan-rekannya yang lain apakah sudah ditugaskan pekerjaan yang sama. Jika belum, maka “siap, laksanakan!”. Karena sang problem solver cuma satu. Tapi jika sudah, maka tak usahlah dihiraukan. Lebih baik cari pekerjaan yang lain. Membuang waktu saja!

Novel Sirah?

Novel-Muhammad-LPH

sumber

Para sahabat radhiyallahu’anhum ‘protes’. Sebuah protes yang manusiawi sebenarnya. Pasalanmya, Al-Quran secara teratur menurunkan ayat-ayat tentang syariat. Merasa terlalu berat bahasan tentang syariat, mereka memohon agar ada tema lain yang lebih ringan memenuhi kalbu. Maka, ayat-ayat tentang kisah berangsur-angsur mulai muncul. Dimulai kisah tentang Dzulqarnain.

Pengajaran melalui kisah memang memiliki keunikan tersendiri. Cerita yang mengalir, alur yang tidak monoton, dan selalu ada hikmah di akhir paragraf. Bagi pembaca, membaca kisah-kisah akan membawa ke sebuah imajinasi pembaca masing-masing. Yang pada gilirannya melatih kecerdasan otak. Selain itu, cerita melalui kisah akan membawa kosa kata yang beragam. Sehingga, perbendaharaan diksi semakin banyak.

Baca lebih lanjut

bacalah kembali buku Anda!

Sang Musafir

Cerita bohongan dialog seorang profesor dengan muridnya mengenai upaya untuk merekonsiliasi keberadaan Tuhan dengan kejahatan, telah menyebar luas di dunia maya. Seorang murid dikisahkan berhasil membantah pernyataan professor yang digambarkan “sombong.” Biasanya di akhir kata ditambahkan embel-embel ” murid itu adalah Albert Einstein”.

Tapi yang jelas embel-embel itu SALAH karena Einstein tidak percaya Tuhan personal, namun kepada Tuhannya Baruch Spinoza, yaitu keserasian hukum alam. Selain mencatut nama Einstein, dialog ini juga memiliki KESALAHAN LOGIKA yang fatal.

Berikut adalah perbaikan untuk dialog tersebut yang diterjemahkan dari http://www.rationalresponders.com/debunking_an_urban_legend_evil_is_a_lack_of_something dengan sedikit adaptasi.

Sumber:
http://www.facebook.com/notes/jessica-siscawati/dialog-seorang-professor-dengan-muridnya/305591526201589

SEBAIKNYA DIBACA PELAN-PELAN DAN SANTAI, KARENA SANGAT PANJANG. JIKA ADA BEBERAPA ISTILAH YANG KURANG DIMENGERTI, SILAHKAN GUNAKAN GOOGLE UNTUK MEMBANTU.

**************************************************

Alkisah, seorang profesor filsafat menantang muridnya: “Apakah Tuhan menciptakan segala yang ada?”.

Seorang mahasiswa menjawab, “Betul, Dia yang menciptakan semuanya”.

“Tuhan menciptakan semuanya?”, tanya professor sekali lagi.

“Ya, Pak, semuanya”, kata mahasiswa tersebut.

 

Profesor itu menjawab, Jika…

Lihat pos aslinya 1.653 kata lagi