Sisa

Apa yang Anda rasakan bila melihat makanan prasmanan yang masih tersisa banyak, enak, dan masih dalam keadaan baik, dibuang?

Ceritanya, saya dulu pernah mendengar bahwa ada hotel yang ketika ada makanan yang tersisa maka makanan tersebut akan dikasih ke Yayasan Yatim Piatu. Hotel tersebut menganggap bahwa makanan itu masih dalam keadaan baik sehingga sayang untuk dibuang. Selain itu, hal tersebut merupakan suatu kegiatan sosial untuk sesama. Apalagi yang diberi adalah Yayasan Yatim Piatu. Pasti disana adalah orang-orang yang sangat membutuhkan.

Oleh karena itu, saya penasaran apakah hotel yang sering saya “kunjungi” ini memiliki “ritual” yang serupa. Apakah jika ada makanan yang sisa akan disalurkan ke lembaga sosial atau semacamnya. Dan sayangnya, jawaban yang diberikan sama seperti ekspektasi saya. Pegawai hotel tersebut berkata “wah, kalau disini langsung dibuang mas!”. Tuh kan dibuang -,-“. Itu memang sudah prosedur dari hotel, lanjutnya. Bahkan, pegawai hotel pun tidak boleh membawa pulang makanan tersebut. Jadi, kalau ada pegawai yang ingin menikmati “sisa” prasmanan tersebut satu-satunya jalan cuma makan di tempat. Jika masih sisa lagi: buang!

Tapi untungnya larangan membawa pulang makanan cuma berlaku ke pegawai. Kalau kita mau minta dibungkusin boleh. Asyik, asik! Beberapa kali saya meminta pegawai hotel untuk membungkus makanan yang sisa. Lumayan banyak lah. Isinya: nasi, ayam, ikan, dan sayur. Cukup untuk satu keluarga.

Setelah selesai membungkus, saya bingung sendiri. “Kemana harus saya salurkan ‘bungkusan’ ini?” Soalnya, makanan sisa tadi baru dibungkus sekitar jam 9 atau 10 malam. Sedangkan di jam tersebut orang-orang sudah pada makan dan sudah banyak yang tidur. Akhirnya, saya mencoba keluar. Mencari bila ada pengemis yang lewat di sekitar hotel. Untung ketemu! Langsung saya kasih saja bapak yang tidak saya kenal itu. Pernah juga, saya mencoba pergi ke bilangan Pasar Senen. Karena di sana memang sering terlihat orang masih beraktivitas pada waktu yang sudah malam itu.

Semoga saja nanti saya bisa menemui hotel di negeri ini yang memiliki “ritual” membagikan makanan “sisa”.

8 thoughts on “Sisa

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s