Mencari Inspirasi Dari Pameran Wirausaha

Dalam kurun waktu kurang dari sebulan ini, saya sudah dua kali menemani teman kosan pergi ke pameran wirausaha. Rajinnya saya mengikuti pameran wirausaha ini bukan karena ngebet pengen jadi wirausaha. Apalagi mau resign dari PNS terus jadi pengusaha.

Perginya saya ke pameran wirausaha itu karena tiga hal. Pertama, karena pas lagi kosong. Masa weekend gak ada kegaitan? Kedua, beneran nemenin. Maklum, yang ngajak ini adalah kawan satu kamar! Ketiga, cari inspirasi. Mungkin aja pas kesana dapet inspirasi terus jadi pengusaha. Kalo beneran jadi pengusaha, pegawai negeri  masih tetep lah ya😀

Wirausaha Mandiri Expo

wmm

Pameran wirausaha pertama yang saya kunjungi adalah Wirausaha Muda Mandiri Expo di Istora Senayan, tanggal 20 January.  Wirausaha Muda Mandiri (WMM) sendiri merupakan ajang tahunan yang diselenggarakan oleh Bank Mandiri sebagai salah satu kontribusi bagi pertumbuhan ekonomi bangsa Indonesia, yang diwujudkan secara berkesinambungan dan fokus pada generasi muda yang merupakan generasi penerus bangsa.  *bukan iklan*

Pas ngecek di situsnya, WMM pertama kali dilaksanakan tahun 2007. Jadi, yang saya datangi bulan kemarin itu ternyata ajang WMM yang ke-6. *baru tau*

Ada tiga kelompok yang dilombakan dalam WMM. Pertama, kelompok Mahasiswa. Untuk Sarjana dan Diploma. Kedua, kelompok Alumni dan PascaSarjana. Walaupun namanya Wirausaha MUDA, yang tua juga boleh ikut kok🙂. Dan Ketiga, technopreneur. Ajang buat kamu yang suka buat alat teknologi.

Di sana, banyak stand yang ditampilkan. Hanya saja, beragam stand yang berdiri itu merupakan para finalis tingkat nasional yang pastinya telah lolos dalam seleksi. Yang tidak masuk menjadi finalis sayang sekali belum bisa ditampilkan stand-nya. Selain itu, ada juga stand lain yang merupakan para peserta WMM di tahun sebelumnya.

Dari hasil keliling ke stand yang ada–walau gak semuanya– pemenang untuk kelompok Mahasiswa ada lima orang. Untuk kategori ini, tidak ada juara 1 atau 2. Apalagi juara harapan. Semuanya sama: Pemenang. Salah satu pemenang yang bisnisnya not as asual, menurut saya, adalah bisnis topeng karakter kartun. Tidak hanya super hero saja yang dibuat, tetapi musuh super hero juga ada. Sepertinya cocok jika di match-kan buat cosplay.

Setelah melihat stand tersebut, ingin mengetahui lebih jauh bagaimana proses pembuatannya, apa alat dan bahannya, serta bagaimana pemasarannya. Sayangnya, pas saya kesana, empunya stand pas lagi pergi. Entah kemana.

Untuk kelompok Alumni dan Sarjana, saya kurang tahu siapa yang menang. Kalau technopreuner yang menang menjadi juara 1 adalah Huzaifah Gibran dari ITB. Karya beliau adalah e-fishery. E-Fishery merupakan alat memberi makan ternak secara otomatis. Jadi, kalau kita meninggalkan rumah atau kolam kita, maka tak usah khawatir. Karena dengan e-fishery, kita bisa mengatur jadwal pemberian makan pada ternak kita. Pemberian makan juga bisa diatur melalui ponsel dari jarak jauh dengan program yang telah dibuat Kang Gibran pastinya.

Peternakan dengan sistem Zero Waste

zw

Dari semua stand yang saya kunjungi, ada satu stand yang paling saya suka. Stand tersebut adalah M-Brothers Agrobusiness Center. Core business dari perusahaan ini adalah investasi di bidang penggemukan kambing. Jadi, kambing yang sudah berumur mereka beli sesuai dengan investasi yang kita inginkan. Lalu dikasih makan yang banyak. Jika sudah tiga bulan, kambing tersebut dijual kembali dengan bobot yang lebih berat pastinya. Keuntungannya akan dibagi dua. Pastinya setelah dikurangi dengan biaya pakan ternak dan perawatannya.

Saya suka stand ini mungkin karena saya memiliki keinginan punya peternakan. Tapi dengan sistem zero waste.  Zero waste system pada peternakan merupakan konsep dimana seluruh limbah yang ada akan daur ulang. Gambarannya mudahnya seperti berikut. Kita punya ternak. Ternak setalah dikasih makan akan “menghasilkan” kotoran. Kotoran inilah yang akan “diputar” kembali.

Kotoran tersebut dengan metode pengolahan limbah nantinya bisa jadi pupuk atau biogas. Pupuk akan digunakan untuk tanamanan di peternakan. Jadi, selain ternak hewan, kita bisa menanam tumbuhan. Sedangkan biogas bisa digunakan untuk bahan bakar alternatif yang pada gilirannya bisa digunakan untuk penerangan atau bahan bakar.

Tapi, kalau saya masih di Jekardah seperti sekarang ini, sepertinya bakal susah sekali mewujudkannya -,-“.

Pesta Wirausaha

pwu

Sabtu, 9 February kemarin saya mengunjungi Pesta Wirausaha 2013 yang dimotori oleh komunitas Tangan di Atas (TDA ). Acaranya diselenggarakan di JI Expo, Kemayoran.

Selain ada acara seminat, di Pesta Wirausaha 2013 banyak stand yang didirikan. Mulai dari makanan, handy craft, baju, laundry, hingga hutan. Hutan? Yosh, HUTAN!

Ceritanya saya keliling-keliling stand yang ada. Sampai akhirnya di suatu stand yang entah apa namanya, saya nanya “mas, ini stand tentang apa?”. “Ini investasi Hutan, mas!” Pas mas nya jawab saya agak kaget dan bertanya dalam hati, masa hutan dijadikan investasi? Apa udah kagak ada barang lain apa yang bisa dijadikan buat investasi?

Pas diceritain sama penjaga stand PT Harfam, saya baru percaya kalau ternyata beneran investasi hutan. Jadi kita memberi uang kepada mereka untuk investasi. Lalu, uang tersebut mereka belikan bibit jati. Jati tersebut akan ditanam. Pemeliharaan dan perawatannya mereka yang melaksanakan. Pegawainya sendiri adalah penduduk lokal di daerah Bondowoso.

Jika sudah 8 tahun –biasanya jati panen umur segitu– akan ditebang. Tetapi, dengan persetujuan kita dahulu, sebagai investor. Jika setuju, mereka akan menebangnya kemudian menjualnya. Keuntungan dari penjualan itulah yang akan dibagi 50-50. Tanah yang digunakan untuk menanam jati, akan dibuatkan seritifikat dan nantinya akan menjadi milik investor. Jadi, investasinya menggunakan sistem BOT (Build-Operate-Transfer)

Keuntungan dari investasi ini menurut saya ada banyak. Yang paling utama adalah bisnis ini mendukung penyelamatan lingkungan. Ditengah semakin sedikitnya hutan di Indonesia yang bertransformasi menjadi gedung-gedung, bisnis ini memiliki visi untuk menghijaukan kembali Indonesia. Selain itu, bisa menyerap air dan gas rumah kaca. Yang pada gilirannya akan menjadi carbon trade di dunia international. Semoga pada kesempatan lain saya bisa menjelaskan sedikit tentang carbon trade.

Menilai Konsep Bagi Hasil

Salah satu kesamaan antara dua bisnis di atas adalah konsep bagi hasilnya. Prinsip bagi hasil dengan margin 50-50. Dalam fikih, konsep ini disebut dengan akad mudhorobah. Dengan investor sebagai shahibul mal dan perusahaan sebagai mudhorib.

Hanya saja, yang agak aneh ketika bisnis mengalami kerugian. Pembagian kerugian akan sama dengan bagi hasil ketika untung: 50-50. Ini diluar kerugian yang disebabkan ketika kesalahan prosedur yang dilakukan oleh perusahaan dan bila terjadi force majeure.

Sebatas yang saya ketahui, ketika perusahaan sudah melakukan tugasnya dengan baik dan sesuai dengan prosedur dan masih timbul kerugian maka pembagian kerugiannya adalah 100-0. Artinya, shahibul mal menanggung seluruh kerugian. Sedangkan mudhorib tidak perlu membayar kerugian yang terjadi.

Dulu saya pernah bertanya, mengapa bukan yang 50-50? Kan konsep mudhorobah adalah profit and loss sharing? Artinya, kalau pas untung dibagi dua. Kalau rugi pun harus berdua. Jadi, sama seperti keuntungan, 50-50.

Mudhorib tidak diharuskan membayar kerugian karena pada dasarnya mudhorib sendiri telah rugi. Ruginya mudhorib adalah dari waktu yang luangkan dan tenaga yang diguankan untuk melakukan usaha.  Atas kerjanya tersebut, mudhorib menanggung keuntunngan yang hilang. Ia tidak mendapatkan bagi hasil sama sekali. Sedangkan shohibul mal menanggung kerugian finansial. Wallahua’lam.

nb: entah kenapa, saya dan beberapa teman dekat punya impian untuk mendirikan rumah sakit. Mungkin seperti rumah sakit yang dulu pernah ada ketika zaman kejayaan Islam: Bimaristan!

sumber gambar: http://www.google.com

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s