Menuju Pekalongan: Dari Tragedi Kebakaran Hingga Insiden Ketinggalan Bus

Gambar

Dalam kurun waktu empat bulan terakhir, saya sudah empat kali ke Pekalongan. Entahlah, kenapa banyak acara di kota Batik ini. Tiga di antaranya adalah undangan pernikahan, sedangkan satu lainnya adalah undangan “luar biasa”. Dan, cerita ke Pekalongan untuk menghadiri undangan pernikahan kali ini sepertinya paling epik.

Baca lebih lanjut

ada ilmu yang perlu diambil

PKJ 4.0

Suatu ketika, isteri Shafwan bin Al Mu’aththal mengadu kepada Rasulullah. Shafwan adalah tokoh yang terlibat dalam peristiwa haditsul ‘ifk Ummul Mukminin Aisyah. Shafwan tertinggal rombongan karena kebiasaan tidurnya dan menemukan Aisyah yang tertinggal rombongan.

“Wahai Rasulullah, suamiku, Shafwan bin Al Mu’aththal memukulku jika aku mengerjakan shalat, dan membatalkan puasaku jika aku berpuasa, serta ia tidak mengerjakan shalat subuh hingga terbit matahari,” kata isteri Shafwan.

Ketika itu Shafwan berada di sisi Rasulullah. Beliau bertanya tentang apa yang dikatakan isterinya.

“Wahai Rasulullah,” kata Shafwan menjawab.

“Adapun ucapannya: ‘Ia memukulku ketika aku shalat’, karena ia membaca dua surat, padahal aku melarangnya.”

Rasulullah bersabda, “Seandainya satu surat saja, sudah cukup bagi manusia.”

“Adapun ucapannya: ‘Membatalkan puasaku,’ itu karena ia terus berpuasa padahal aku seorang pemuda dan aku tidak dapat menahan (syahwatku).”

Rasulullah lalu bersabda, “Seorang perempuan tidak boleh berpuasa kecuali dengan izin suaminya.”

“Adapun  ucapannya bahwa aku tidak mengerjakan shalat hingga matahari terbit, karena…

Lihat pos aslinya 25 kata lagi

Membiasakan kebiasaan

Seorang lelaki tak dikenal pernah datang menemui Tiger Wood. Dengan penuh semangat dan senyum yang mengambang, ia ungkapkan keinginannya. Sang pemuda terobsesi menjadi pemain golf terkenal. Ia ingin seperti Tiger Wood.

Mendengar keinginan sang pemuda, Tiger Wood tidak serta merta menjawab. Terdiam ia sejenak. Ia memperhatikan sang pemuda. Dilihatnya dari ujung kaki hingga kepala. Sang pemuda terlihat benar-benar ingin menjadi seperti dirinya.

Tapi Tiger Wood tak langsung mengiyakan. Ia pun mengujinya.  Menguji dengan satu syarat. Ya, cuma satu syarat. “Nak, jika kau ingin sepertiku engkau cukup datang kemari setiap hari dan memukul bola sebanyak 10.000 kali”.

Baca lebih lanjut

Ah, kapan bisa buat rumah sakit …

Muhammad Amin

Kata Bimaristan—berasal dari Persia—memiliki arti yang sama dengan rumah sakit (hospital), Bimar berarti penyakit (desease) dan stan berarti lokasi atau tempat.

Meski diketahui bahwa Nabi Muhammad saw. adalah orang pertama yang memerintahkan pembentukan mobile Bimaristan untuk militer, dan Rufaydah adalah perawat muslim pertama yang merawat para muslim yang terluka di tenda berjalan, Noushirawi dalam bukunya Islamic Bimaristans in the Middle Ages menyebutkan bahwa Bimaristan pertama didirikan di Damaskus oleh al-Walid bin Abd el-Malik tahun 86 H (707 M). Tujuan didirikannya adalah untuk mengobati pasien dan merawat pasien kronis (seperti kusta, buta, dsb). Penderita kusta mendapat perawatan cuma-cuma dan diberi uang. Bimaristan tersebut memiliki lebih dari satu dokter. Jelas bahwa Noushirawy mengadopsi apa yang disebutkan dalam al-Kamel fi‘l-tarikh karya Ibn al-Athir khususnya dalam poin ini.

Sistem pada Bimaristan

Mereka yang akan mendirikan suatu institusi harus menetapkan sebuah sistem administratif atau teknikal yang harus dipatuhi. Tentunya para…

Lihat pos aslinya 1.519 kata lagi

Selamat Tahun Baru!

Momen tahun baru bagi sebagian orang amat ditunggu. Bagi mereka yang merayakan, tahun baru berarti pergantian tahun menjadi lebih baik. Maka, kita lihat banyak yang menatap dengan optimis di setiap pergantian tahun. Manifestasinya bisa macam-macam. Ada yang dalam bentuk ceremoni. Ada yang main kembang api dan petasan. Ada juga yang membuat resolusi besar-besaran. Tapi yang jelas, tiap tahun baru selalu identik dengan rasa suka cita.

Hari ini tanggal 11 Januari. Berarti sudah sepuluh hari dari tahun baru. Tapi bagi sebagian orang, tahun baru baru saja dimulai. Kenapa?

Karena bagi kelompok ini, pergantian bulan bukan dihitung dari tanggal bulan sebelumnya. Maksudnya, kalau 1 Januari  sebelumnya tanggal 31 Desember. Jadi, pas kemarin tanggal 10 Januari, belum dianggap tanggal 10 Januari. Melainkan masih tanggal 41 Desember.

Lalu apa dasar pergantian bulannya? Pergantian bulan, menurut kelompok ini, adalah jika “honor” sudah masuk ke rekening. Artinya, keringat yang keluar selama “satu” bulan telah berganti menjadi lembaran-lembaran rupiah.

Dan berhubung bulan ini sudah masuk Januari, maka kelompok ini baru menganggapnya sebagai momentum tahun baru. Bagi mereka yang “merayakan” saya ucapkan “Selamat Tahun Baru!”

Pasal 1 angka 22 UU Perbendaharaan Negara sebagai Batasan Kerugian Negara (studi kasus pada Bank Century)

Dalam peraturan perundang-undangan yang saat ini beraku, ketentuan tentang kerugian Negara disebutkan dalam Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1990 jo. Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 Tentang Pembertantasan Tindak Pidanan Korupsi (selanjutnya disebut UU PTPK) dan Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2004 Tentang Perbendaharaan Negara. Dalam UU PTPK, terdapat dua pasal dan penjelasannya yang mengandung unsur kerugian Negara. Selengkapnya kedua pasal dan penjelasan tersebut adalah sebagai berikut:

Pasal 2

1)      Setiap orang yang secara melawan hukum melakukan perbuatan memperkaya diri sendiri atau orang lain atau suatu korporasi yang dapat merugikan keuangan Negara atau perekonomian Negara, dipidana dengan pidana penjara seumur hidup atau pidana penjara paling singkat 4 (empat) tahun dan paling lama 20 (dua puluh) tahun dan denda paling sedikit Rp200.000.000 (dua ratus juta rupiah) dan paling banyak Rp1.000.000.000 (satu miliar rupiah)

  Baca lebih lanjut