Asymmetric war (bagian 1)

Asymmetric war adalah suatu istilah yang digunakan untuk menggambarkan kondisi suatu perang di mana kita tidak mengetahui siapa kawan dan lawan. Karena ketidakjelasan informasi tersebut maka siapa saja yang kita temui di jalan maka itulah lawan kita. Sehingga yang kita bunuh bisa jadi dia adalah teman kita sendiri. Bahkan, bisa jadi orang tua atau orang yang kita cinta.

Di tempat saya bekerja sedang ada asymmetric war. Tidak cuma satu, melainkan dua! Tapi tenang saudara-saudara, ini kantor koq bukan medan perang. Artinya, tidak ada perang dan adegan saling bunuh-membunuh. Cuma suasananya saja seperti asymmetric war.

Asymmetric war di ruang integration test (IT) SPAN.

Ruang IT terletak di ruang rapat integritas, sebelah ruang rapat pak direktur. Ruangan yang cukup besar itu diisi oleh pegawai DTP (Direktorat Transformasi perbendaharaan) dan orang-orang LG. Perusahaan dari Korea ini, LG CNS, merupakan pemenang tender dalam pengembangan aplikasi SPAN (Sistem Perbendaharaan dan Anggaran Negara).

Integration test sendiri merupakan kegiatan untuk memastikan bahwa seluruh aktivitas yang ada di setiap modul SPAN telah terintegrasi menjadi satu kesatuan secara penuh. Modul SPAN sendiri terdiri atas tujuh bagian: Modul DIPA, Komitmen, Pembayaran, Penerimaan, Manajemen Kas, Akuntansi, dan Pelaporan. Masing-masing modul terdiri oleh beberapa pelaksana dan satu kepala seksi. Tim tersebut sering disebut PIC (Person in Charge) Modul.

Dalam kegiatannya, Integration test sering mengalami defect. Artinya banyak error di system. Setiap kesalahan yang terjadi akan dikelompokan sesuai tingkat errornya.

Jika ada kesalahan dalam suatu scenario dalam integration test maka masing-masing PIC modul seringnya menyalahkan yang PIC yang lain. Bahkan, pihak LG tak luput dari pelemparan kesalahan. Katanya, ini salah aplikasinya. Pihak LG pun tak mau kalah. LG berkilah bahwa  pihaknya telah melakukan coding sesuai dengan kesepakatan dengan masing-masing PIC modul. Nah, tak ada yang mau mengalah.

Akhirnya, kalau sudah begini seringnya yang terjadi adalah marah-marah. Semua ingin menang. Padahal ada error di depan mata. Siapa yang salah? Maka terjadilah apa yang disebut asymmetric war. Dimana para pegawai DTP dan LG sedang ‘bertempur’. Tak ada kawan di sana. Semua yang ditemui adalah lawan. Karena semua merasa benar. Walaupun tidak sampai saling bunuh, hanya saling menyalahkan saja.

Ditengah suasana yang runyam itu ada seorang anak magang yang memperkeruh suasana. Ia masuk dalam portal integration test dan memasukkan data kontrak. Pada saat para PIC modul dan LG sedang testing mereka kaget. Ada file ADK yang masuk. Sebuah data kontrak telah mengurangi DIPA. Bahkan dikabarkan sampai DIPA-nya tak bisa digunakan lagi alias habis.

Kontan semuanya yang ada di ruangan bingung. Yang satu bertanya ke yang lainnya. Tak ada yang mengaku. Akhirnya terjadi asymmetric war lagi. Saling menyalahkan. Siapa saja yang ada di depan mata itulah yang disalahkan.

PT Edwin Hayadi

Tapi sayangnya, data kontrak yang diupload bisa terdeteksi. Kenapa? Karena ADK yang dibuat menyebutkan sebuah nama. Nama seorang anak magang yang lumayan dikenal oleh para pegawai. Nama tersebut disandingkan dengan suatu perusahan, jadilah PT EDWIN HAYADI.

Tak lama kemudian saya dipanggil oleh seorang kepala seksi. Dinasehati habis-habisan. Haha. Emang begini kalau sudah nyeleneh. Padahal sebelumnya saya sudah diberitahukan untuk tidak masuk ke dalam portal tersebut. Kalau mau tes masuk ke portal uji coba bukan di portal integration test!

Namun demikian, walaupun satu ‘musuh’ sudah ketahuan, suasana di ruang IT masih menyeramkan. Entah sampai kapan asymmetric war terus terjadi. Untungnya, itu hanya terjadi di ruangan saja, karena di luar kita tetap satu bung!

2 thoughts on “Asymmetric war (bagian 1)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s