Career Path

Menjalani karir menjadi seorang pegawai negeri sipil (PNS) adalah sebuah pilihan. Namun, bukan berarti berkarir sebagai PNS tidak bisa sukses seperti pegawai swasta. Apalagi kinerja PNS sekarang jauh lebih baik dari dahulu. Hal ini ditandai dengan adanya reformasi birokrasi yang dilakukan di segala lini. Selain itu ada remunerasi sebagai salah satu peningkatan kesejahteraan dan motivasi PNS dalam bekerja. Ada pula peluang untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi baik di dalam maupun luar negeri. Dengan demikian, pada dasarnya lingkungan yang baik ini tak jauh  berbeda dengan swasta.

Situasi yang cukup kondusif ini perlu disikapi dengan baik. Artinya, jika mental PNS masih seperti dulu maka pengaruh dari eksternal tidak akan berpengaruh dalam peningkatan karir sebagai PNS. Sehingga diperlukan kemauan dari setiap PNS untuk dapat meng-upgrade dirinya hingga sampai level yang dia inginkan. Capaian karir yang ingin dicapai seorang PNS ini disebut dengan career path.

Melukis Career Path

Setiap orang memiliki capaian karir masing-masing yang  pasti akan berbeda. Bagi seorang ibu rumah tangga mungkin capaiannya hanya mendidik anaknya hingga sang anak menikah. Bagi seorang petani, bisa saja ia hanya ingin sawahnya selalu ditumbuhi padi dan panennya dijual untuk kebutuhan sehari-hari. Bagi seorang professor boleh jadi ia ingin mendalami seluruh ilmu eksakta dan melakukan penemuan-penemuan baru. Capaian karir akan dipengaruhi oleh banyak hal. Seperti, misalnya,  mimpi, kemauan, kemampuan, biaya, dan lingkungan.

Bagi seorang PNS, career path yang diambil tiap pegawai akan berbeda. Ada yang ingin jabatannya tinggi. Ada pula yang ingin kuliah S3 diluar negeri. Pun ada pula yang tidak terlalu ngoyo dengan jabatan dan pendidikan, yang penting tidak di mutasi. Perbedaan ini sama seperti di atas: dipengaruhi oleh banyak faktor.

Walaupun berbeda-beda, setidaknya ada tiga  kondisi umum yang dialami PNS dalam berkarir. Tiga kondisi tersebut adalah: karir ideal, karir buatan, dan karir tak ideal.

Pertama, karir ideal. Karir ideal adalah pegawai yang mengejar karir jabatan dan golongan yang tinggi. Caranya adalah dengan memiliki kompetensi yang bagus dalam hardskill dan softskill. Selain itu mereka juga memiliki background pendidikan yang tinggi serta prilaku yang baik.

Contoh dari karir ideal adalah pegawai yang melanjutkan S2 ke luar negeri. Biasanya tak lama dari lulus mengambil gelar master langsung jadi kepala seksi. Lalu, beberapa tahun kemudian mendapat beasiswa lagi ke luar negeri untuk program doctoral. Maka, tak jarang kita melihat pegawai yang belum berusia 40 tahun tapi sudah menjadi Pejabat Eselon III.

Kedua, karir buatan. Berbeda dengan karir ideal, tidak terlalu tertarik pada jabatan dan golongan. Bagi mereka, pangkat dan golongan bukan ukuran suksesnya karir sebagai seorang PNS. Ada suatu hal yang ingin mereka capai selain menjadi pejabat Eselon. Sehingga rata-rata pegawai yang masuk dalam golongan ini tak memiliki background pendidikan yang tinggi seperti pegawai yang ada di karir ideal. Namun demikian, bukan berarti mereka tidak cakap dalam hal kompetensi hardskill maupun softskill. Mereka hanya mencukupkan diri agar tidak naik jabatan tetapi bisa mencapai impian-impian lain diluar sebagai PNS. Seringnya, hitung-hitungan pada karir buatan bukan lagi dinilai secara materi.

Contoh dari karir buatan adalah pegawai yang lebih mementingkan keluarga daripada karirnya sebagai PNS. Pegawai tersebut sudah merasa nyaman di rumah yang ia dan keluarganya tempati. Ia sengaja tidak ingin naik menjadi pejabat dan ingin menjadi pelaksana saja. Pegawai ini melakukan hal tersebut karena jika ia promosi maka besar kemungkinan mutasi promosi.

Terakhir, adalah karir tak ideal. Pegawai yang masuk dalam lingkaran karir tak ideal ini mungkin lebih karena “garis tangan” nya yang kurang baik. Artinya, mereka sudah berkeinginan masuk di antara dua karir di atas: karir ideal atau buatan. Namun sayangnya pegawai yang masuk dalam kriteria ini malah tidak bisa mendapatkan hasil yang diinginkan.

Contoh dari karir tak ideal adalah pegawai yang ingin tetap stay di homebase tetapi karena kepentingan organisasi ia terpaksa dimutasi.

Masing-masing dari pilihan di atas pasti ada konsekuensi. Baik karir ideal, karir buatan, dan karir tak ideal memiliki kelebihan dan kekurangan. Namun jika Anda diberi pilihan, manakah career path yang akan Anda lukis?
nb: tulisan ini cuma berdasarkan pengamatan selama magang selama 10 bulan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s