Sejenis Riba

Madinah. Suatu tempat yang menyejarah. Tempat para mukminin diperintahkan hijrah. Di sana, para muahjirin disambut dengan gembira. Bak menunggu kekasih yang tak lama jua. Padahal, mereka bertemu baru kali pertama. Tapi, Allah telah menghimpun hati mereka. Maka ia tak tergoyah. 

Suatu siang di kota madinah….

Seorang lelaki sedang berjalan menuju rumah. Saat itu cuaca madinah seperti biasa. Panas. Terik matahari menemainya. Tapi ia tetap berjalan dengan penuh ketawadhuan.

Lelaki ini bukan lelaki biasa. Di kota kelahirannya, ia merupakan mufti, seorang pemberi fatwa. Kakek dan ayahnya termasuk kelompok ulama hadits terpandang di Madinah. Karenanya, sejak kecil Imam Malik tak berniat meninggalkan Madinah untuk mencari ilmu. Ia merasa Madinah adalah kota dengan sumber ilmu yang berlimpah lewat kehadiran ulama-ulama besarnya. Dan hasilnya, sebuah karya fonemanal pernah diciptakannya. Al-Muwatha’. Sebuah kitab yang pernah dijadikan sebagai rujukan kedua setelah al-Qur’an, sebelum lahirnya Shahih Bukhari dari negeri bukhara.

Di tengah perjalanan, tanpa diduga ada seorang lelaki lain sedang memperhatikan gerak jalan Imam Malik. Ia heran mengapa sang imam tak berjalan di samping rumah warga. Padahal waktu itu matahari cuaca sedang panas. Dengan berjalan di samping rumah warga, ia berharap bayangan rumah itu bisa menghalangi dari panasnya terik sang surya. Maka, ia pun bertanya.

Namun sayang, sang penanya malah tertegun atas jawaban sang mufti. Ternyata kedalaman ilmu Imam Malik memang diakuinya tiada duanya di kota itu. Memang begitulah seharusnya seorang ulama besar, zuhudnya tiada terkira. Sebuah kalimat penuh makna terlontar dari seorang imam besar. Semoga kita bisa memahaminya.

“Orang yang memiliki rumah ini berhutang kepadaku. Aku khawatir jika aku melewati rumahnya (bermaksud untuk mendapat perlindungan dari bayangan rumah tersebut) , maka itu termasuk riba”

Ah, riba. Sebenarnya engkau makhluk seperti apa?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s