[Master Post] Young Adult Reading Challenge

Faraziyya's Bookshelf

banner yarc 2016 -1

Saya memberanikan diri untuk menerima estafet dari Atria dan menjadi host untuk YARC (Young Adult Reading Challenge). Pertama, sudah lama saya ingin menyelenggarakan challenge dan menjadi host, cuma saya kurang ide untuk menentukan challenge apa yang bisa saya buat. Kedua, saya menantang diri saya sendiri untuk konsisten membaca dan ngeblog di tahun 2016 ini. Semoga tanggung jawab menjadi host bisa memicu saya untuk lebih rajin memperbarui blog ini. Meski memang nanti dalam menjalankannya pasti akan ada halangan, tidak ada salahnya untuk berharap di awal, kan? Yareyare

Lihat pos aslinya 533 kata lagi

Definisi Cinta

Meski kata cinta sering kudengar atau bahkan kuucap, aku masih saja bingung ketika membahas apa itu cinta. Bukan karena aku tidak memiliki pengetahuan tentang cinta. Melainkan aku tidak tahu pasti apa definisi cinta yang sesungguhnya. Aku bisa saja mengutip pendapat para ahli agar bisa menjelaskan padamu arti cinta secara ilmiah. Atau mungkin menyitir ungkapan seorang penyair agar aku terlihat romantis di depanmu.
Namun, jika kamu masih tetap memintaku untuk menceritakan tentang cinta, aku hanya bisa menjelaskan satu hal. Bahwa bagiku, cinta kita ibarat menanam sebuah pohon. Pohon yang awalnya bermula dari sebuah biji kecil. Lalu kita rutin menyiramnya hingga ia mulai tumbuh. Tak lupa pohon itu kita beri pupuk agar ia menjadi subur. Apabila sudah membesar, kita buatkan pagar batasnya untuk menghalangi bintang yang ingin merusaknya. Jika sudah tampak buahnya, kita memanenya bersama. Buahnya kita nikmati sedikit saja. Selebihnya, kita bagikan ke tetangga dan orang-orang terdekat. Dan bila umur sang pohon telah habis, kita akan mengikhlaskannya untuk ditebang. Berharap batangnya menjadi kayu atau papan untuk bahan perabotan. Atau menjadi serpihan sebagai dasar pembuat buku bacaan.
Demikian definisi cinta yang kutahu. Tidak terkesan romantis apalagi berbau ilmiah. Aku harap, kamu memiliki definisi yang sama tentang arti cinta denganku. Paling tidak — jika ternyata kita berbeda dalam hal mendefiniskan cinta– kita memiliki tujuan yang sama ketika mengartikan cinta. Karena, tujuan yang sama akan mempertemukan orang-orang diperjalanan, bukan?

Mencoba Membuktikan Teori Six Degree of Separation

Dua bulan yang lalu, ada teman saya yang pergi ke Jepang. Dia pergi kesana bukan untuk jalan-jalan melihat Tokyo Dome atau mencari Death Note yang kebetulan terjatuh oleh Sinigami. Melainkan melanjutkan pendidikan untuk meraih gelar doktoral. Saya senang sekali mendengar kabar tersebut karena teman saya ini bakal menjadi orang pertama dari anak-anak kelas SMA yang menulis namanya dengan embel-embel Ph.D. Meskipun di sisi lain saya akan sedih sebab di saat dia mengambil estiga saya masih berstatus lulusan diploma. Hiks.

Karena saat ini saya cuma bisa berangan-angan untuk meneruskan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi, jadilah saya menulis artikel ini. Mungkin dengan menulis ini saya bisa meningkatkan h-index agar setara dengan pak haji ramad. Maka beruntunglah teman-teman yang membaca celotehan saya karena tidak akan kalian temui tulisan ini di jurnal-jurnal terindeks Scopus.

Baca lebih lanjut

Secuil tentang Hasil tes CPNS 2013

Ada banyak pekerjaan di dunia ini. Salah satunya adalah menjadi seoarang Pegawai Negeri Sipil (PNS). Di Indonesia minat para job seeker untuk menjadi PNS masih sangat tinggi. Saya tadi coba googling mencari berapakah jumlah pelamar CPNS untuk tahun 2013. Ternyata tak ada angka pastinya. Dari situs resmi BKN pun tak menampilkan. Karena memang proses pendaftaran tidak single data base melainkan diserahkan kepada kementerian dan lembaga serta pemerintah daerah masing-masing.

Namun demikian, dari penelusuran beberapa berita didapat bahwa jumlah pendaftar jauh melebihi formasi yang ditetapkan, Bahkan Jumlah pelamar lowongan calon pegawai negeri sipil (CPNS) tahun 2013 diprediksi bisa mencapai 1,3 juta orang* dari formasi yang ditetapkan sekitar 60-ribuan. Sehingga jika dihitung secara statistik maka peluang seseorang untuk lolos sebagai seorang CPNS adalah 0,04.

Meski peluang untuk masuk kecil, alhmadulillah ada teman SMA saya yang diterima. Saya tahu ketika membuka laman facebook. Dua orang diterima di Kabupaten Pesisir Barat dan satunya di Kementerian Kominfo. By the way, Kabupaten Pesisir Barat ini merupakan kabupaten yang ada di Provinsi Lampung. Saya sebagai orang Lampung baru dengar nama kabupaten tersebut baru pada saat pengumuman CPNS kemarin. Ternyata Kabupaten Pesisir Barat merupakan kabupaten baru. *padahal mah gak pernah update berita mengenai Lampung*

Wani Piro?

Pelaksanaan tes CPNS tahun ini agak sedikit berbeda. Yang biasanya menggunakan kertas LJK, Pemerintah mencoba menggunkan sistem Computer Assisted Test atau biasa disebut CAT.  Sistem CAT akan menjamin hasil seleksi yang objektif, transparan, dan akuntabel. Sebab, setelah tes peserta ujian dapat melihat skor masing-masing.

Namun demikian sistem CAT belum bisa diterapkan diseluruh Indonesia. Salah satunya yang belum menggunkan sistem CAT ini adalah di Lampung. Sehingga bisa menimbulkan cara-cara yang kurang sehat dalam pelaksanaan tes tersebut,

Setelah pengumuman pekan kemarin saya mendengar bahwa ada anak pejabat yang tidak diterima. Sehingga hipotesis awal saya yang pesimis bahwa bisa terjadi KKN terbatahkan. Saya pun akhirnya beranggapan bahwa meskipun tidak menggunkan sistem CAT, pelaksanaan tes kemarin lumayan bagus. Karena tidak ada permainan pengaruh jabatan untuk meloloskan sanak keluarganya.

Tesis ini ternyata tak berlangsung lama. Setelah saya sharing ke teman juga mengikuti tes CPNS di Lampung mengenai hipotesis saya yang terbantahkan ia langsung meng-counternya dengan sebuah pernyataan anti-tesis. Menurutnya, proses pelaksanaan ujian kemarin belum benar-benar bersih. Karena ia mendapati ada kakak tingkatnya yang membayar 160 juta dan akhirnya lolos.

Seratus enam puluh juta. Ya, 160 juta saudara-saudara. Dulu setahu saya masih berkisar di angka 100 juta. Ternyata uang “masuk” untuk CPNS mengalami peningkatakan layaknya inflasi. Entah akan menjadi berapa ketika saya sudah memiliki anak nanti.

Selamat Tahun Baru.

 

*Disampaikan oleh Asisten Deputi Perencanaan Bidang SDM Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemenpan-RB), A.Rizal, saat ditemui di Kompas Karier Fair (KKF) 2013, di Balai Kartini, di Jakarta, Sabtu (31/8/2013).

 

Secuil tentang hasil tes CPNS 2013

Ada banyak pekerjaan di dunia ini. Salah satunya adalah menjadi seoarang Pegawai Negeri Sipil (PNS). Di Indonesia minat para job seeker untuk menjadi PNS masih sangat tinggi. Saya tadi coba googling mencari berapakah jumlah pelamar CPNS untuk tahun 2013. Ternyata tak ada angka pastinya. Dari situs resmi BKN pun tak menampilkan. Karena memang proses pendaftaran tidak single data base melainkan diserahkan kepada kementerian dan lembaga serta pemerintah daerah masing-masing.

Namun demikian, dari penelusuran beberapa berita didapat bahwa jumlah pendaftar jauh melebihi formasi yang ditetapkan, Bahkan Jumlah pelamar lowongan calon pegawai negeri sipil (CPNS) tahun 2013 diprediksi bisa mencapai 1,3 juta orang* dari formasi yang ditetapkan sekitar 60-ribuan. Sehingga jika dihitung secara statistik maka peluang seseorang untuk lolos sebagai seorang CPNS adalah 0,04. 

Meski peluang untuk masuk kecil, alhmadulillah ada teman SMA saya yang diterima. Saya tahu ketika membuka laman facebook. Dua orang diterima di Kabupaten Pesisir Barat dan satunya di Kementerian Kominfo. By the way, Kabupaten Pesisir Barat ini merupakan kabupaten yang ada di Provinsi Lampung. Saya sebagai orang Lampung baru dengar nama kabupaten tersebut baru pada saat pengumuman CPNS kemarin. Ternyata Kabupaten Pesisir Barat merupakan kabupaten baru. *padahal mah gak pernah update berita mengenai Lampung*

Wani Piro?

Pelaksanaan tes CPNS tahun ini agak sedikit berbeda. Yang biasanya menggunakan kertas LJK, Pemerintah mencoba menggunkan sistem Computer Assisted Test atau biasa disebut CAT.  Sistem CAT akan menjamin hasil seleksi yang objektif, transparan, dan akuntabel. Sebab, setelah tes peserta ujian dapat melihat skor masing-masing. 

Namun demikian sistem CAT belum bisa diterapkan diseluruh Indonesia. Salah satunya yang belum menggunkan sistem CAT ini adalah di Lampung. Sehingga bisa menimbulkan cara-cara yang kurang sehat dalam pelaksanaan tes tersebut,

Setelah pengumuman pekan kemarin saya mendengar bahwa ada anak pejabat yang tidak diterima. Sehingga hipotesis awal saya yang pesimis bahwa bisa terjadi KKN terbatahkan. Saya pun akhirnya beranggapan bahwa meskipun tidak menggunkan sistem CAT, pelaksanaan tes kemarin lumayan bagus. Karena tidak ada permainan pengaruh jabatan untuk meloloskan sanak keluarganya.

Tesis ini ternyata tak berlangsung lama. Setelah saya sharing ke teman juga mengikuti tes CPNS di Lampung mengenai hipotesis saya yang terbantahkan ia langsung meng-counternya dengan sebuah pernyataan anti-tesis. Menurutnya, proses pelaksanaan ujian kemarin belum benar-benar bersih. Karena ia mendapati ada kakak tingkatnya yang membayar 160 juta dan akhirnya lolos.

Seratus enam puluh juta. Ya, 160 juta saudara-saudara. Dulu setahu saya masih berkisar di angka 100 juta. Ternyata uang “masuk” untuk CPNS mengalami peningkatakan layaknya inflasi. Entah akan menjadi berapa ketika saya sudah memiliki anak nanti.

Selamat Tahun Baru.

 

*Disampaikan oleh Asisten Deputi Perencanaan Bidang SDM Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemenpan-RB), A.Rizal, saat ditemui di Kompas Karier Fair (KKF) 2013, di Balai Kartini, di Jakarta, Sabtu (31/8/2013).

 

Yaumul walad: Penempatan!

June,4

Pagi itu cuaca pagi agak mendung. Mungkin sedang menyesuaikan dengan suasana hati para pegawai yang berada di jalan Wahidin. Beberapa orang masih bisa terseunyum dan tertawa. Sebagian yang lain terlihat deg-degan dan tak banyak bicara. Golongan terakhir ini mungkin perlu diberi minum kopi. White Coffee yang gak bikin deg-degan.

Sekitar pukul sepuluh pagi, semua orang berkumpul di sebuah gedung. Gedung yang dianggap keramat oleh instansi kami. Gedung yang selalu membuat sejarah. Membuat orang yang keluar dari sana pasti akan mengingat apa yang telah terjadi di gedung itu.

Nama gedungnya memang tak jelas. Kami hanya menyebutnya dengan panggilan Ex-MA. Kata Ex menunjukan bahwa gedung tersebut awalanya bukanlah milik kami. Gedung itu dulunya milik Mahkamah Agung. Karena MA sudah tidak di daerah lapangan banteng lagi, gedung itu dikelola oleh Ditjen Perbendaharaan.

Hari itu ada sebuah acara dari bagian kepegawaian. Kalau dilihat dari perihal surat undangannya, maka akan jelas terlihat bahwa acara itu hanya sebuah pengarahan. Sebagian menganggap bahwa sebuah pengarahan biasa dari Kabag Kepegawaiaan. Karena sudah lama tidak “bertemu”. Jadi mau dikasih nasehat: hey, mestinya kamu begini, begitu, begono!

Tapi bagi yang belum minum white coffee tidaklah menganggap demikian. Yang dimaksud pengarahan itu adalah dalam sebuah tanda petik. Skemanya begini: semua berkumpul di dalam gedung. Lalu “di arahkan” satu persatu, “Hey, kamu di sini, kamu di sana, dan kamu di sono!”

Manakah dari dua skenario di atas yang benar?

Setelah “diundi lewat lempar koin” ternyata skenario kedualah yang menang. Huft. Alhamdulillah. Hari yang dinantikan itupun tiba: PENEMPATAN!

Pengumumannya tidak dibacarakan. Melainkan satu per satu diminta maju ke depan. Mengambil sebuah amplop cokelat yang berisi SK Penempatan. Sebelum kembali ke tempat duduk masing-masing, kami diminta berfoto sambil menunjukan amplop keramat.

Setelah semuanya telah mengambil amplop cokelat tersebut kami masing-masing membukanya. Ada yang berteriak histeris. Ada yang langsung menangis. Dan ada juga yang palm face.

Bagaimana dengan saya sendiri? Saya mengawali dengan mengucapkan basmallah. Kemudian membuka pelan-pelan. Menarik kertas yang ada di dalamnya. Ternyata ada dua. Pertama kertas tentang grading pertama. Saya masuk ke dalam kelas VI. Kemudian lembar kedua adalah yang membuat hati tak tenang. Sebuah kertas yang bertuliskan sebuah nama tempat yang sangat asing dalam telinga: KPPN MUKOMUKO!

Di mana itu? saya bertanya ke beberapa teman. Satu. Dua. Tiga. Tak ada yang tahu di mana itu KPPN Mukomuko. Keempat kali saya bertanya barulah mendapatkan jawabannya: itu di Bengkulu Win!

Langsung saja saya memberi tahu ibu dan kakak. Mereka berdua merasa dilema. Di satu sisi mereka senang karena status kepegawaian saya sudah tetap. Namun di sisi lain saya makin jauh dari ibu dan kakak saya.

Saya pribadi merasa senang karena akhirnya bisa merasakan bekerja di KPPN. Karena sebelumnya saya hanya magang di kantor pusat dan kanwil. Jadi tak tahu sama sekali ilmu lapangan.

Bismillah. Insyaa Allah pekan depan berangkat. KPPN MUKOMUKO! ^^

Pesona Metro Mini

Bulan Maret tahun kemarin, saya resmi magang di Ditjen Perbendaharaan. Bersama seratus teman-teman yang lain, kami dimagangkan di Jakarta. Dan sekarang sudah memasuki bulan Mei 2013. Berarti, tak terasa sudah satu tahun lebih menjadi warga ibu kota. Dan masih berstatus pegawai magang!

Di antara hal yang membosankan berkesan selama setahun di Jakarta adalah pulang-pergi kosan-kantor naik Metro Mini. Metro Mini (MM) merupakan perusahaan bus yang beroperasional di sini. Trayek perjalanannya banyak. Hampir di setiap sudut kota ada. Kalau Anda sering ke Jakarta pasti bakal sering lihat.

Saya menggunakan jasa Bus MM karena rutenya melewati kantor. Jadi, cuma sekali jalan saja kalau dari kosan. FYI, kosan saya terletak di daerah Galur. Tepat di belakang Kampus Pascasarjana STIAMI.

Saya biasa berangkat ke kantor pagi-pagi. Jika berangkat dari kosan masih pagi -sebelum pukul  07.00- maka kemungkinan perjalanannya cuma memakan waktu 20 hingga 30 menit. Tapi kalau sudah lewat jam 7 pagi, maka bersiaplah untuk menghadapi kemacetan kota Jakarta. Bila macetnya gak ketulungan, saya  bisa manyun di jalan sampai 1 jam.

Baca lebih lanjut